Perekonomian dunia dewasa ini semakin kompetitif. Salah satu penyebabnya adalah pasar bebas yang memungkinkan setiap orang berkompetisi melewati batas-batas wilayah. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga terpengaruh oleh kompetisi global. UMKM selain harus bersaing dengan sesama UMKM lokal, juga berkompetisi dengan produk-produk yang datang dari luar negeri.
Salah satu hal yang harus dilakukan oleh UMKM adalah mendaftarkan produknya untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB harus dimiliki oleh UMKM karena akan memberikan banyak manfaat seperti mempermudah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mendapatkan pelatihan, dan memudahkan untuk memasuki komunitas resmi.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) di Desa Karangturi melakukan sosialisasi PIRT dan pendaftaran NIB bagi UMKM di lingkungan Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Hal ini merupakan upaya dari mahasiswa KKN UNSOED unt uk membantu pemerintah dan UMKM untuk melakukan pendataan UMKM sekaligus membantu UMKM mendapatkan NIB.
Salah satu UMKM yang telah berhasil didaftarkan untuk mendapatkan NIB adalah UMKM kerupuk gendar yang dimiliki oleh Bapak Suratman, warga Dusun Kedungliang Desa Karangturi. UMKM kerupuk gendar tersebut sebelumnya tidak memiliki NIB karena pemilik tidak tahu cara mendapatkannya. Sampai akhirnya mahasiswa KKN Unsoed membantu mendaftarkan UMKM kerupuk gendar tersebut pada hari Senin (29/07).
Kesadaran UMKM untuk memiliki NIB diharapkan dapat ditingkatkan karena akan sangat menguntungkan bagi mereka. Terdaftarnya UMKM ke dalam sistem pemerintah akan mempermudah pemerintah memberikan pelatihan, akses modal, dan pendataan sehingga diharapkan akan mendorong UMKM menjadi lebih kompetitif dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.